Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

13 Jenis Burung Langka Ini Ada di Jakarta, Lho! Di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, yuk, Kita Kunjungi!


Sudahkah teman-teman berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove?  Sebuah taman wisata alam, dimana terdapat bermacam-macam jenis burung, hewan lain, dan macam-macam tanaman lain pula.  Taman wisata yang berada di daerah Angke, Kapuk, sebelah utara Jakarta.  Tempat ini selain sebagai habitat burung yang umumnya 'langka', juga merupakan tempat untuk mempertahankan kelestarian fungsi mangrove sebagai sistem penyangga kehidupan.

Salah satu sudut yang kontras di TWA Mangrove
Sumber: FB TWA Mangrove, Angke, Kapuk/Elvinvielnius


Pada TWA Mangrove ini, kita dapat menghirup udara segar, yang sangat langka kita dapati di ibukota yang super sibuk dengan kendaraan yang berlalu-lalang.  Yang paling menarik, di taman ini terdapat menara pengawas burung, sehingga pengunjung dapat mengamati aktivitas burung dari kejauhan, tanpa mengganggu mereka.  Dari menara pengawas ini pula, pengunjung dapat memotret momen-moment yang menarik dari sudut fotografi, lho!

Hutan Mangrove
Sumber: FB TWA Mangrove, Angke, Kapuk

Di taman wisata alam yang merupakan daerah konservasi ini, masih dapat ditemui rawa dan hutan mangrove yang tenang dan bebas polusi udara atau pun suara!  Para pengunjung dapat mengelilingi taman wisata alam ini dengan menggunakan sepeda, berjalan kaki, atau pun menggunakan perahu dayung atau pun speed boat.

Spot foto yang instagrammable di TWA Mangrove
Sumber: FB TWA Mangrove, Angke, Kapuk

Selain itu, banyak spot yang menarik, yang dapat dimanfaatkan untuk berfoto oleh para pengunjung, lho! 

13 jenis burung langka yang memiliki habitat di TWA Mangrove, Angke, Kapuk, Jakarta

Ke-13 jenis burung tersebut antara lain:


1. Burung Gagang Bayam Timur

Pada gambar di bawah ini 2 ekor Burung Gagang Bayam Timur yang memiliki kaki cantik dan langsing  berwarna merah terbang berdampingan di TWA Mangrove, cantik, bukan?



Burung Gagang Bayam Timur


2, Burung Belibis



Burung Belibis


Burung belibis kembang (Dendrocygna arcuata) selain mampu berenang, juga mampu terbang, lho!  Biasanya burung ini terbang berkelompok dengan susunan khusus sambil mengeluarkan suara seperti siulan.

Burung belibis kembang juga dikenal sebagai burung pengembara, yang hobi berpindah-pindah, lho!

3,  Burung Elang Tiram



Burung Elang Tiram

Burung Elang Tiram, Osprey (Pandion Haliaetus) memiliki ciri-ciri berwarna cokelat, hitam, dan putih.  Makanannya ikan, ular laut, serta burung-burung kecil.  Burung ini perenang yang handal.  Elang tiram menunggu mangsanya di atas pohon dan batu-batu karang.  Berputar di atas perairan serta menukik menangkap mangsa sampai menyelam beberapa saat.

4. Burung Belekok



Burung Blekok Sawah

Burung Belekok Sawah (Ardeola speciosa) suka daerah yang hangat.  Pada daerah persawahan, burung ini dimanfaatkan sebagai pengendali hama serangga serta sebagai petunjuk pergantian musim oleh petani.  Kebiasaan Blekok sawah adalah berdiri diam dengan tubuh posisi rendah dan kepalanya ditarik, sambil menunggu mangsa.

5. Burung Cangak Abu



Burung Cangak Abu
Burung Cangak Abu (Ardea cinerea) adalah pemburu yang menyukai hidup menyendiri di air dangkal.  Burung ini mencari makan dengan cara menyusurkan kepala dan berdiri dengan satu kaki.  Makanannya tidak hanya ikan, tetapi juga invertebrata dan mamalia kecil yang lewat di sekitar burung Cangak abu ini.

6. Burung Itik Benjut



Burung Itik Benjut
Burung Itik benjut (Anas gibberifrons) memiliki ciri khas jenong di kepalanya.   Terdapat perbedaan suara antara burung jantan dan betina.  Suara pada burung jantan, yaitu 'pip', sedangkan suara pada burung betina, yaitu terkeheh (biasanya pada malam hari.

7. Burung Cekakak Sungai



Burung Cekakak Sungai


Burung Cekakak Sungai (Todirampus Chloris) merupakan burung berkicau.  Burung ini bersuara keras, serta memiliki bentuk tubuh yang unik dan memiliki 3 corak warna pada tubuhnya, yaitu hitam, biru, dan putih.  Ciri lain burung Cekakak Sungai ini, yaitu paruhnya panjang, berbentuk pipih, dan tebal.

8. Burung Kadalan Selaya



Burung Kadalan Selaya


Burung Kadalan Selaya (Rhinortha chlorofaeus) memiliki ciri khas bagian mantel berwarna cokelat berangan, ekor panjang bertingkan berwarna cokelat berangan diatas dan putih pada bagian bawahnya.

9. Burung Pecuk Ular



Burung Pecuk Ular

Burung Pecuk ular (Anhinga melanogaster)  disebut pecuk ular, karena lehernya yang panjang dan langsing, sperti ular.  Burung ini menyukai daerah perairan, seperti hutan mangrove, danau, sungai, maupun rawa.  Burung yang hidup di daerah perairan ini memangsa ikan, katak, kadal air, dan lain-lain.

10, Burung Kokokan Laut



Burung Kokokan Laut

Burung Kokokan laut (Butorides striata) merupakan pemangsa ikan, larva, serangga, katak, terkadang ular kecil di pesisir pantai.  Duduk menunggu dan diam di tempat bertengger pada senja dan dini hari untuk menyambar makanannya.

11. Burung Kowak Malam Abu




Burung Kowak Malam Abu
Burung Kowak Malam Abu (Black Crowned Night Heron) adalah termasuk burung bangau yang berkicau.  Burung ini senang tinggal di daerah basah, seperti danau, waduk, rawa, sungai, dan kolam.

12. Burung Elang Sikep Madu Asia





Burung Elang Sikep Madu Asia
Burung Elang Sikep Madu Asia/Oriental Honey Buzzard (Pernis Ptilorhincus) pada saat musim panas akan terbang ke Siberia, namun pada saat musim dingin akan bermigrasi ke Indonesia.  Ciri khas burung Elang Sikep Madu Asia ini adalah mengepakkan sayapnya naik dan turun.

13. Burung Kipasan Belang




Burung Kipasan Belang


Burung Kipasan Belang (Rhipidura javanica) meupakan tipe burung berkicau dengan postur tubuh  sedang.  Burung ini dijuluki dengan "Murai gila" memiliki bagian ekor yang cukup panjang dan bisa dikembangkan.  Pada saat burung ini dalam masalah atau sedang akan berkicau, maka ekornya yang panjang akan dikembangkan dan digoyang-goyangkan, lucu, bukan?  Sifat burung Kipasan agresif dan bisa menyerang siapapun yang memasuki wilayahnya.



Nah, banyak 'kan koleksi burung yang unik di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, yuk, kita kunjungi untuk memperluas pengetahuan kita tentang alam!













Museum DPR Mencatat Sejarah DPR, dimulai dari Volksraad Tahun 1918, Lho!

Museum DPR, adakah yang pernah berkunjung ke museum  yang berada di lantai 2 gedung Nusantara ini? Museum ini sangat nyaman dan berisikan informasi yang lengkap tentang DPR, lho!. Museum yang berada di kompleks DPR/MPR ini mendokumentasikan sejarah perkembangan lembaga wakil rakyat sejak bernama Volksraad, lho!  Mau tahu perkembangan lembaga perwakilan rakyat?  Yuk, kita kupas lebih lanjut!

Perkembangan Sejarah DPR di Museum DPR


Volksraad, 1918-1842
Sumber: Dokumen pribadi

1. Volksraad, Tahun 1918-1942

Pada saat itu Volksraad atau Dewan Rakyat Hindia Belanda beranggotakan orang Belada, Timur Asing, dan Pribumi.  Pada saat itu fungsi Volksraad terbatas sebadai penasehat Gubernur Jenderal Hindia Belanda.  Namun, peranan Volksraad berubah sejak tahun 1931, anggotanya menjadi lebih banyak dan lebih mewakili semua organisasi yang ada.   Lembaga pun lebih mewakili suara rakyat.  Volksraad pada masa ini merupakan cikal bakal memperjuangkan suara rakyat terhadap pemerintahan Hindia Belada.

2. Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), 29 Agustus 1945-15 Februari 1950


Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), 1945-1950
Sumber: Dokumen pribadi

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dengan jumlah anggota 137 orang. KNIP bertugas sebagai anggota legislatif.  Tugas-tugas harian KNIP dikerjakan oleh Badan Pekerja KNIP (BP KNIP) yang berjumlah 15 orang.  KNIP diakui sebagai cikal bakal DPR, sehingga tanggal 29 Agustus diresmikan menjadi hari jadi Dewan Perwakilan Rakyat.

3. DPR RIS dan Senat RIS tahun 1950


DPR RIS dan Senat RIS
Sumber: Dokumen pribadi

DPR Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Senat RIS merupakan badan legislatif sebagai  akibat perubahan bentuk negara. Bentuk negara berubah dari Negara Kesatuan RI menjadi RIS.

4. DPR Sementara, tahun 1950-1956

Pada tanggal 15 Agustus 1950 DPR RIS dan Senat RIS menyetujui UUDS NKRI yang mewacanakan perubahan bentuk negara dari negara serikat ke negara kesatuan, sebagai dampak desakan masyarakat.  DPR dan Senat RIS juga membubatkan RIS dan membentuk NKRI kembali.   Hal inimenyebabkan anggota DPRS terdiri dari anggota DPR RTS, anggota Senat RIS, ditambah beberapa anggota BP KNIP dan Dewan Pertimbangan Agung.

5. DPR Hasil Pemilu ke-1, Tahun 1955-1959


6. DPR Gotong Royong, Tahun 1960-1966


7. DPR Gotong Royong, Masa Transisi, Tahun 1966-1971

Kedudukan , tugas maupun wewenang DPRGotong Royong bertanggung jawab dan berwewenang menjalankan tugas-tugas:
    1.  Bersama dengan pemerintah menetapkan APBN sesuai  dengan pasal 23 ayat 1 UUD 1945 beserta penjelasannya.
     2. Bersama dengan pemerintah mebentuk Undang-Undang sesuai dengan pasal 5 ayat 1, pasal 20, 21 ayat 1 dan pasal 22 UUD 1945 beserta penjelasannya.
   3. Melakukan pengawasan atas semua tindakan pemerintah sesuai dengan UUD 1945 besrta penjelasannya, khususnya penjelasan Bab 7.

8. DPR hasil Pemilu ke-2 sampai ke-6, Tahun 1971-1997

9. DPR Masa Reformasi dan Pasca Reformasi, Tahun 1997-2004

10. DPR Hasil Pemilu ke-9, 10, dan 11 (tahun 2004-2019)

11. DPR Masa Depan, Tahun 2019-...

Selain terdapat informasi tentang sejarah DPR mulai Volksraad tpada tahun 1918 sampai sekarang, di Museum DPR juga terdapat beberapa informasi lainnya, lho!

Meja dan Kursi setelah Pertemuan KMB tanggal 7-12 Desember 2019
Sumber: Dokumen pribadi

Misalnya  meja dan  kursi yang digunakan pada pertemuan setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 7-12 Desember 1949 serta perkembangan bangunan di Kompleks MPR/DPR.

Yuk, kita kunjungi museum DPR di Kompleks MPR/DPR, Senayan! Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah bangsanya sendiri!




Jak Lingko, Integrasi Transportasi Jakarta

Jak Lingko adalah sistem integrasi transportasi publik di Jakarta.  Perbaikan sistem transportasi di Jakarta secara terus-menerus merupakan salah satu penilaian bagi penghargaan Sustainable Transport Award (STA) yang diberikan oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Bank Dunia, International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI), dan sebagainya.  Sustainable Transport Award merupakan kado HUT Jakarta yang ke-492.

Jak Lingko, Sistem Integrasi Transportasi Jakarta

Jak Lingko, berasal dari kata Jak yang berarti Jakarta dan Lingko memiliki arti jejaring atau integrasi.  Hal ini diambil dari sistem yang berlaku pada tanah adat di Manggarai, Nusa Tenggara Timur.  Lingko itu berbentuk jaring laba-laba, yang satu sama lain saling terintegrasi dan diharapkan sistem transportasi di DKI Jakarta tersambung, serta terintegrasi satu sama lain.

Baca juga: Jakarta Sabet Penghargaan Transportasi Tingkat Dunia, Kado HUT ke-492! 

Jak Lingko, sistem transportasi terintegrasi Jakarta
Untuk ke depannya, semua kendaraan transportasi umum, seperti Moda Raya Terpadu (MRT) Ratangga, Lintas Rel Terpadu (LRT), bus Trans Jakarta, dan angkutan kota Jak Lingko. 
Kartu Jak Lingko

Moda Raya Terpadu (MRT) Ratangga

MRT adalah rangkaian kereta yang memiliki gerbong antara 6 sampai dengan 8 gerbong dengan daya muat antara 800 sampai dengan 1000 penumpang.  Saat ini MRT baru melayani rute Stasiun Bunderan Hotel Indonesia (HI) sampai dengan Lebak Bulus.  Berikutnya akan dibuat tahap II, dengan rute Sarinah sampai dengan Kota.  

Saat ini MRT memiliki 5 stasiun layang dan 7 stasiun bawah tanah.  Stasiun bawah tanah, yaitu Stasiun Lebak Bulus dan Stasiun Senayan sampai dengan Buderan HI.  Sedangkan stasiun layang,  antara Fatmawati sampai dengan Sisingamangaraja.
MRT Ratangga

Lintas Rel Terpadu (LRT)

Kereta LRT (Dok.pri)
Saat ini LRT melayani rute dari wilayah Timur ke Utara Jakarta, yaitu Stasiun Velodrome sampai dengan Stasiun Pegangsaan Dua.  Berbeda dengan MRT, LRT hanya memiliki dua sampai dengan empat gerbong saja, Friends!  LRT dapat memuat antara 600 sampai dengan 800 orang penumpang, lebih sedikit dari MRT.

Kereta Commuter Line

Kereta Commuter Line (Dok.pri)
Kereta Commuter Line, saat ini meliputi penumpang Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).  Commuter Line (CL) memiliki daerah layanan yang lebih luas daripada MRT atau pun LRT.  Saat ini pelayanan CL lebih baik dari pada beberapa tahun sebelumnya.

Dengan gerbong kereta yang berfasilitas AC dan beberapa gerbong tersedia monitor televisi yang menyediakan program acara yang menarik, maka penumpang kereta relatif nyaman.  Kenyamanan kereta, sebaiknya diimbangi dengan kemauan penumpang untuk turut menjaga kebersihan, baik di gerbong kereta maupun kebersihan di fasilitas pendukung CL lainnya.  Kalau lingkungan kita bersih, maka kita akan nyaman, kan, Friends?

Bus Trans Jakarta

Salah satu alat transportasi yang sudah terealisasi terintegrasi adalah bus Trans Jakarta, baik bus besar, bus feeder, maupun beberapa angkutan kota Jak Lingko, namun belum mencakup keseluruhan wilayah.  Secara bertahap, Jak Lingko akan melayani transportasi umum secara terintegrasi, sesuai dengan rencana Jak Lingko dan Pemprov DKI.

Saat ini bus Trans Jakarta melayani 29 rute meliputi Jakarta, Bekasi, Serpong.  6 rute Royal Trans dengan rute Jakarta, Bintaro, Serpong, Bekasi.  Trans Jakarta juga melayani 3 rute bus gratis, yaitu rute Bunderan Senayan-Harmoni, Tanah Abang Explorer, dan Ragunan-Departemen Pertanian.  Wow, oke banget, kan?

Bis Trans Jakarta

Angkutan Kota/ Bus Kecil Terintegrasi Jak Lingko

Bus kecil terintegrasi Jak Lingko melayani 43 rute, diantaranya rute Tanjung Priok-Plumpang, Lebak Bulus-Pondok Labu, Tanah Abang-Kebayoran Lama, Pinang Ranti-Setu, Pulogebang-Rorotan, dan Rawamangun-Rawa Sengon.  Ke-43 rute bus kecil ini terintegrasi dengan bus Trans Jakarta.  Penumpang dapat membayar hanya dengan 1 tap in untuk masa 3 jam perjalanan.

Angkutan Kota Jak Lingko

Bus Wisata untuk Mengunjungi Tempat Seni dan Kuliner di Jakarta

Terdapat 7 rute bus wisata yang melayani beberapa kegiatan, yaitu bus wisata yang menelusuri Sejarah Jakarta, Jakarta Baru, Kesenian dan Kuliner, Pencakar Langit, Ruang Terbuka, Cagar Budaya Jakarta, dan Belanja Jakarta.  Wow, menarik sekali, bukan, Friends?
Rute Bus Wisata mengunjungi tempat seni dan kuliner di Jakarta

Rute Bis Wisata mengunjungi tempat bersejarah di Jakarta

Fasilitas Trotoar di DKI Jakarta

Tidak cukup hanya fasilitas transportasinya saja, Pemprov DKI Jakarta juga membenahi trotoar di Jakarta, agar pejalan kaki lebih nyaman dan dapat menikmati jalan kaki di trotoar sepanjang jalan di Jakarta.  Dibawah ini gambar trotoar di bawah Jembatan Semanggi dan di bawah Fly Over Slipi.  Semoga ke depan transportasi Jakarta lebih baik lagi, dan pengguna fasilitas transportasi dapat membantu dengan cara menjaga kebersihan dan kenyamanan transportasi di Jakarta.
Trotoar di bawah Jembatan Semanggi

Trotoar di bawah Fly Over Slipi
Nah, Friends, sudahkah kalian mencoba salah satu, transportasi umum Jak Lingko Jakarta?  Bagaimana pendapat kalian?




Mengenal Museum Kebangkitan Nasional, Cagar Budaya Sekolah Kedokteran Indonesia

Hari purbakala, merupakan hari peringatan nasional terkait dengan keberadaan cagar budaya yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia.  Beruntung, saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri peringatan Hari Purbakala ke-106, dengan tema acara awal "Menelusuri Jejak-Jejak Momumental Sepanjang Sudirman-Thamrin".  Namun, sayangnya karena sesuatu hal, maka panitia memindahkan acara yang diselenggarakan pada tanggal 16 Juni 2019 ini menjadi "Mengenal Museum Kebangkitan Nasional, Cagar Budaya Sekolah Kedokteran Indonesia".

Suasana di ruang kelas (dok.pri)

Mengenal Museum Kebangkitan Nasional

Acara dimulai dengar registrasi awal, antara pukul 07.00-08.00.  Sebelum memasuki ruangan, peserta dibagikan perlengkapan buku notes, pulpen, tanda peserta, bros, kaus peserta berwarna biru tosca,  juga Bulletin Cagar Budaya dalam 1 tas yang unik.  Peserta terdiri siswa SMA beserta guru pendamping, wakil dari Komunitas Pencinta Museum Indonesia, serta masyarakat umum.

Para Nara sumber menyampaikan materi (dok.pri)
Acara dimulai dengan diskusi yang didahului oleh pemberian sambutan oleh Kasubdit Pelestarian Cagar Budaya dan Museum, wakil dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, serta ketua guru sejarah Indonesia, Kepala Museum Depdiknas, dan Kepala Museum Kebangkitan Nasional.

Pada saat ini diinformasikan acara di Museum Kebangkitan Nasional adalah merupakan salah satu rangkaian kegiatan Peringatan Hari Purabakala ke-106, yang diantaranya adalah kegiatan pembuatan film kaleidoskop, lomba penulisan ensikplodia cagar budaya, serta lomba foto cagar budaya yang bisa dilihat di instagramnya Hari Purbakala ke 106.

Para peserta menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya (dok.pri)
Pada diskusi ini nara sumber mengutarakan harapan adanya buku antologi yang terkait dengan cagar budaya Museum Kebangkitan Nasional.  Nara sumber kedua, Kepala Museum Depdiknas menyatakan cagar budaya merupakan pilar dari pembangunan, dan juga merupakan pondasi pembangunan.  Peserta diharapkan sebagai perpanjangan tangan tentang pentingnya cagar budaya di Indonesia.  Pesan dari nasa sumber ketiga, wakil dari Ikatan Ahli Areologi Indonesia adalah agar menggali lingkungan sejarah tempat tinggal kita, seperti bagaimanakan sejarah lahirnya kota Jakarta? Kapan tanggal lahir kota Jakarta?

Menelusuri Jejak Sejarah Museum Kebangkitan Nasional
Setelah acara diskusi, peserta pun dibagi 2 kelompok dengan 2 pemandu yang berbeda.  Kami mengikuti kelompok yang dipimpin oleh Bapak Swa.

Lonceng yang digunakan di STOVIA (dok.pri)
Kelompok kami mulai menuju ruangan-ruangan di museum.  Yang pertama dikunjungi adalah bel masuk tempo dulu, bel inilah yang digunakan untuk mengingatkan mahasiswa STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandshce Artsen) atau Sekolah Kedokteran Bumiputera masuk kelau untuk mengikuti pelajaran.

Berikutnya adalah ruangan yang menjelaskan tentang proses berdirinya sekolah STOVIA yang menjadi cikal bakal jurusan Kedokteran Universitas Indonesia.

Berita tentang awal berdirinya Sekolah Dasar Jawa (dok.pri)
Ruang yang kami masuki pertama adalah Ruang STOVIA I, ruang "Perubahan".  Di ruang itu menggambarkan pada 1847 mewabah penyakit menular, seperti types, kolera, dan disentri yang membuat tenaga medis pemerintahan Hindia Belanda kewalahan.  Sehingga pada tahun 1851 didirikanlah Sekolah Dasar Jawa untuk menjadi dokter pribumi dan "vaccinateur" (mantri cacar).  Pada masa ini pendidikan ditempuh dalam waktu 2 tahun.

Berdirinya STOVIA (dok.pri)
Ruang berikutnya, adalah perkembangan sekolah dari 2 tahun menjadi 4 tahun, kemudian menjadi 7 tahun.  Sekolah Dokter Jawa pun berubah menjadi Sekolah Dokter Pribumi (STOVIA).

Alat pemech tengkorak kepala (dok.pri)
Satu alat yang menjadi perhatian para peserta adalah adanya alat pemecah tengkorak.   Wiiiihhhh! Peserta serentak berkomentar bersamaan membayangkan tengkorak kepala dipecahkan!   Pak Swa langsung menjawab. 'Tenaaaang... tengkoraknya sudah terpisah dari tubuh...jadi, bukan tengkorak kepada orang hidup!  Para peserta pun menjawab bersamaan,"Ooooo...begituuuu!

Kelengkapan asrama mahasiswa STOVIA (dok.pri)
Kamipun mengelilingi seluruh ruangan di gedung yang cukup luas ini, antara lain ruang direktur, ruang kelas, ruang laboratorium, bahkan ruangan asrama.  Yup, ruangan asrama menyatu di gedung ini.
Gedung STVIA yang baru dan menjadi cikal bakal FK UI (dok.pri)
Pada tanggal 5 Juli 1920 seluruh kegiatan pendidikan STOVIA dipindahkan ke Salemba, sekarang bernama gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.  Yup, STOVIA adalah cikal bakal Fakultas Kedokteran UI

Pemberian souvenir kepada peserta (dok.pri)
Acara hari ini ditutup dengan pemberian souvenir bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dan berdasarkan foto instagram yang diupload di instagram masing-masing yang paling menarik, serta pengenalan kepada kelompok Menulis Dandelion.  Tentunya yang tidak ketinggalan dalam setiap pertemuan adalah foto bersama seluruh peserta.

Peserta foto bersama (dok.pri)
Demikianlah acara mengenal Museum Kebangkitan Nasional, cagar budaya yang berada di Jakarta.

Friends, apa sajakah cagar budaya di daerah kalian masing-masing?  Yuk, isi jawaban kalian di kolom komentar dan mari kita jaga cagar budaya di daerah kita masing-masing, agar generasi mendatang masih mengenal sejarah nenek-moyangnya!









Minangkabau, Sejarah dan Sistem Budaya Matrilineal


Minangkabau adalah salah satu suku di Indonesia yang mendiami bagian Barat pulau Sumatera.  Suku Minangkabau mendiami dataran tinggi dan daerah pesisir di Sumatera Barat.  Suku ini menganut sistem matrilineal, yaitu sistem yang menganut adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ibu. Friends, yuk, kita bahas tentang sejarah dan sistem budaya Matrilineal Suku Minangkabau!

Sejarah dan Sistem Budaya Matrilineal Suku Minangkabau

Sejarah Minangkabau

Istana Paruyung

Beberapa ahli sejarah menyatakan bahwa nenek moyang masyarakat Minangkabau berasal dari bangsa Austronesia yang dulu bermukim di daerah Yunan, Cina Selatan.  Mereka datang ke Nusantara dalam dua gelombang, gelombang pertama, yatiu pada zaman Neolitikum/zaman Batu baru sekitar 2000 SM  Gelombang pertama disebut bangsa Proto Melayu (Melayu Tua), yang berkembang menjadi suku Batak, Nias, Toraja, Kubu, Mentawai, dan sebagainya.

Gelombang kedua, datang pada tahun 500-100 SM.  Gelombang kedua ini disebut Detero Melayu/Melayu Muda, dan berkembang menjadi suku Minangkabau, Makasar, Bugis, Jawa, dan lain-lain.

Asal-Usul Kata Minangkabau

Kata Minangkabau berasal dari kata manang yang berarti menang dan kabau yang berarti kerbau.  Nama itu diketahui dari sejarah yang tertulis di dalam Tambo (sejarah mengenai asal usul sesuatu).  Pada saat itu kerajaan Pagaruyung yang dipimpin oleh raja Adityawarman, akan ditaklukan oleh pasukan Majapahit.  

Agar dapat mencegah terjadinya pertempuran, penasehat raja mengusulkan adu kerbau sebagai pengganti.  Jika kerbau dari pihak Kerajaan Pagaruyung kalah, maka kerajaan diserahkan pada pihak Majapahit.  Namun, jika kerbau dari Kerajaan Pagaruyung menang, pasukan Majapahit diminta agar kembali ke Jawa.  Usulan tersebut disetujui oleh pasukan Majapahit.

Pihak Majapahit menyiapkan kerbau yang besar dan kuat, dengan begitu mereka yakin kerbau mereka akan menang.  Sebaliknya pihak Kerajaan Pagaruyung menyiapkan anak kerbau yang masih menyusui dengan induknya, namun dipisahkan 3 hari dari induknya, dan tanduk anak kerbau itu dipasang dengan tanduk besi yang tajam.

Sesampainya di arena, anak kerbau yang kehausan segera menghampiri sang kerbau yang besar untuk bisa menyusu, karena dikira kerbau tersebut adalah induknya.  Akhirnya kerbau yang besar tersebut mati, karena perutnya terkoyak oleh ujung tanduk anak sapi yang kehausan dan terbuat dari logam tajam tersebut.

Kemenangan tersebut menginspirasikan masyarakat menggunakan nama Minangkabau, yang berarti kemenangan kerbau.

Budaya Minangkabau

Sumber: www.pngdownload.id

Suku Minangkabau merupakan bagian dari masyarakat Deutro Melayu (Melayu Muda).  Suku ini memiliki prinsip adat 'Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah' yang berarti adat bersendikan hukum, hukum bersendikan Al Qur'an.  Hal ini memiliki pengertian bahwa apapun yang terjadi di kehidupan masyarakat Minangkabau selalu berdasarkan aturan-aturan pada Al Qur'an. 

Budaya Matrilineal adalah identitas penting masyarakat Minang.  Matrilineal adalah budaya yang memberikan kedudukan istimewa kepada kaum perempuan, yang dikenal dengan julukan Bundo Kanduang.  Hal ini terkait dengan pentingnya peran perempuan dalam menentukan keberhasilan keputusan-keputusan yang dibuat oleh kaum laki-laki dalam posisi sebagai mamak (paman atau saudara dari pihak ibu) atau penghulu (kepala suku).  Keistimewaan inilah yang menyebabkan perempuan Minang disimbolkan sebagai Limpapeh Rumah Nan Gadang (pilar utama rumah).

Tidak hanya Matrilineal yang identik dengan budaya Minangkabau, tetapi kecerdasan dalam berniaga, serta kegemaran merantau, menjadikan budaya ini dinamis. 

Dalam berniaga atau pun merantau, suku yang memiliki sistem matrilineal ini, umumnya bermukim di kota-kota besar Indonesia, bahkan ada yang bermukim di luar Indonesia, seperti Malaysia dan Singapura.  Hampir separuh jumlah suku yang memiliki hobi merantau ini, hidup di luar wilayah Sumatera.  Bukan hanya orangnya, masakan Minang pun dikenal dan disukai di Indonesia, bahkan di mancanegara, bahkan rendang, masakan khas Minang, beberapa kali dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia.

Silek

Identitas budaya lainnya adalah kesenian tari piring, tari pasambahan (tari persembahan/penyambutan tamu), dan silek (silat Minangkabau).

Bahasa 

Ada beberapa versi sejarah bahasa Minang, pertama, masyarakat Minangkabau memiliki bahasa sendiri dan termasuk ke dalam rumpun bahasa Austronesia. 

Versi kedua, bahasa Minangkabau termasuk ke dalam Bahasa Melayu, karena banyak kesamaan bentuk ajaran dan kosakata.  Bahasa Minang sendiri memiliki berbagai macam dialek, sesuai daerahnya masing-masing.

Friends, inilah sejarah, budaya Matrilineal dan asal-usul bahasa Minang, bagaimanakah sejarah daerah kalian, silahkan diisi di kolom komentar ya....