Museum DPR, adakah yang pernah berkunjung ke museum yang berada di lantai 2 gedung Nusantara ini? Museum ini sangat nyaman dan berisikan informasi yang lengkap tentang DPR, lho!. Museum yang berada di kompleks DPR/MPR ini mendokumentasikan sejarah perkembangan lembaga wakil rakyat sejak bernama Volksraad, lho! Mau tahu perkembangan lembaga perwakilan rakyat? Yuk, kita kupas lebih lanjut!
1. Volksraad, Tahun 1918-1942
Pada saat itu Volksraad atau Dewan Rakyat Hindia Belanda beranggotakan orang Belada, Timur Asing, dan Pribumi. Pada saat itu fungsi Volksraad terbatas sebadai penasehat Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Namun, peranan Volksraad berubah sejak tahun 1931, anggotanya menjadi lebih banyak dan lebih mewakili semua organisasi yang ada. Lembaga pun lebih mewakili suara rakyat. Volksraad pada masa ini merupakan cikal bakal memperjuangkan suara rakyat terhadap pemerintahan Hindia Belada.
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dengan jumlah anggota 137 orang. KNIP bertugas sebagai anggota legislatif. Tugas-tugas harian KNIP dikerjakan oleh Badan Pekerja KNIP (BP KNIP) yang berjumlah 15 orang. KNIP diakui sebagai cikal bakal DPR, sehingga tanggal 29 Agustus diresmikan menjadi hari jadi Dewan Perwakilan Rakyat.
DPR Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Senat RIS merupakan badan legislatif sebagai akibat perubahan bentuk negara. Bentuk negara berubah dari Negara Kesatuan RI menjadi RIS.
1. Bersama dengan pemerintah menetapkan APBN sesuai dengan pasal 23 ayat 1 UUD 1945 beserta penjelasannya.
2. Bersama dengan pemerintah mebentuk Undang-Undang sesuai dengan pasal 5 ayat 1, pasal 20, 21 ayat 1 dan pasal 22 UUD 1945 beserta penjelasannya.
3. Melakukan pengawasan atas semua tindakan pemerintah sesuai dengan UUD 1945 besrta penjelasannya, khususnya penjelasan Bab 7.
Misalnya meja dan kursi yang digunakan pada pertemuan setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 7-12 Desember 1949 serta perkembangan bangunan di Kompleks MPR/DPR.
Yuk, kita kunjungi museum DPR di Kompleks MPR/DPR, Senayan! Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah bangsanya sendiri!
2. Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), 29 Agustus 1945-15 Februari 1950
Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), 1945-1950 Sumber: Dokumen pribadi |
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dengan jumlah anggota 137 orang. KNIP bertugas sebagai anggota legislatif. Tugas-tugas harian KNIP dikerjakan oleh Badan Pekerja KNIP (BP KNIP) yang berjumlah 15 orang. KNIP diakui sebagai cikal bakal DPR, sehingga tanggal 29 Agustus diresmikan menjadi hari jadi Dewan Perwakilan Rakyat.
3. DPR RIS dan Senat RIS tahun 1950
DPR RIS dan Senat RIS Sumber: Dokumen pribadi |
DPR Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Senat RIS merupakan badan legislatif sebagai akibat perubahan bentuk negara. Bentuk negara berubah dari Negara Kesatuan RI menjadi RIS.
4. DPR Sementara, tahun 1950-1956
Pada tanggal 15 Agustus 1950 DPR RIS dan Senat RIS menyetujui UUDS NKRI yang mewacanakan perubahan bentuk negara dari negara serikat ke negara kesatuan, sebagai dampak desakan masyarakat. DPR dan Senat RIS juga membubatkan RIS dan membentuk NKRI kembali. Hal inimenyebabkan anggota DPRS terdiri dari anggota DPR RTS, anggota Senat RIS, ditambah beberapa anggota BP KNIP dan Dewan Pertimbangan Agung.5. DPR Hasil Pemilu ke-1, Tahun 1955-1959
6. DPR Gotong Royong, Tahun 1960-1966
7. DPR Gotong Royong, Masa Transisi, Tahun 1966-1971
Kedudukan , tugas maupun wewenang DPRGotong Royong bertanggung jawab dan berwewenang menjalankan tugas-tugas:1. Bersama dengan pemerintah menetapkan APBN sesuai dengan pasal 23 ayat 1 UUD 1945 beserta penjelasannya.
2. Bersama dengan pemerintah mebentuk Undang-Undang sesuai dengan pasal 5 ayat 1, pasal 20, 21 ayat 1 dan pasal 22 UUD 1945 beserta penjelasannya.
3. Melakukan pengawasan atas semua tindakan pemerintah sesuai dengan UUD 1945 besrta penjelasannya, khususnya penjelasan Bab 7.
8. DPR hasil Pemilu ke-2 sampai ke-6, Tahun 1971-1997
9. DPR Masa Reformasi dan Pasca Reformasi, Tahun 1997-2004
10. DPR Hasil Pemilu ke-9, 10, dan 11 (tahun 2004-2019)
11. DPR Masa Depan, Tahun 2019-...
Selain terdapat informasi tentang sejarah DPR mulai Volksraad tpada tahun 1918 sampai sekarang, di Museum DPR juga terdapat beberapa informasi lainnya, lho!Meja dan Kursi setelah Pertemuan KMB tanggal 7-12 Desember 2019 Sumber: Dokumen pribadi |
Misalnya meja dan kursi yang digunakan pada pertemuan setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 7-12 Desember 1949 serta perkembangan bangunan di Kompleks MPR/DPR.
Yuk, kita kunjungi museum DPR di Kompleks MPR/DPR, Senayan! Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah bangsanya sendiri!
Bagus banget ngajak anak-anak ke sini ya mbak, bisa buat belajar dan mengenal sejarah tentang DPR dari masa ke masa
ReplyDeleteMasya Allah baru tau aku ada museum DPR. Sungguh liat perjalanan DPR mengharu biru juga ya
ReplyDeleteAku baru tau kalau ada museum DPR. Jadi belajar sejarah lagi ya, tentang RIS dan DPR sementara itu pelajaran kelas berapa aku ga ingat. Untuk masuk museum ini ada waktu dan biaya yang ditentukan kak?
ReplyDeleteTernyata di sana ada museumnya juga. Kirain hanya untuk rapat-rapat anggota dewan. Berarti umum juga bis ake sini, ya. Bukanya setiap hari apa dan jam berapa?
ReplyDeleteBaru tau aku ada museum ini mbak. Dibuka untuk umum ya. Berarti bisa lah ya ngajak anak-anak kesini kali aja ada yang bercita-cita jadi anggota DPR haha
ReplyDeleteBisa jadi tempat belajar buat anak2 ya..
ReplyDeleteSekali2 main ke museum, biar nggak ngemall trs
Saya cuman mau tanya sesuatu aja.. Anggota-anggota DPR yang akhirnya dipenjara karena korupsi, apakah namanya masih ditulis di museum itu? :)
ReplyDeleteJadi belajar sejarah DPR nih. Aku beberapa kali liputan di gedung DPR tapi baru tau bahwa ada museumnya hihii
ReplyDeletewah ... ada museum DPR, wajib datang nih sama anak-anak biar tahu sejarah museum ini
ReplyDeleteBelum pernah ke museum DPR. Ke Museum DPR kita jadi tahu cerita-cerita sejarah Indonesia masa lampau
ReplyDeletepoto terakhir salah ya caption tahunnya heheheh... tapi saya baru tau DPR punya museum... bagus buat edukasi
ReplyDeleteAku belum pernah kesini dan malah baru tau nih kalau DPR RI punya museum juga ya. Jadi bisa belajar sejarah juga nih tentang perkembangan para pemimpin rakyat ya mbak.
ReplyDeleteAku baru tau ada museum DPR. Harus jalan-jalan ke museum nih biar nambah pengetahuan.
ReplyDeleteOh...perjalanan panjang sebuah lembaga yang mendengar aspirasi rakyat.
ReplyDeleteSemoga sampai kini kinerja DPR senantiasa meningkat dengan Undang-Undang yang membela kepentingan rakyat.
Saya baru tahu ada Museum DPR dari artikel ini mbak, seru juga ya kalau bisa berkunjung kemari. Jadi tahu sejarahnya bahkan dari tahun 1918 wah lama banget...
ReplyDeleteMbak Eva, Museum yang berada di kompleks DPR/MPR ini buka hari apa dan jam berapa. Apa bisa langsung datang jika ingin mengunjunginya?
ReplyDeleteBaru tahu saya kalo ada museum DPR. Jadi tahu ya awal mulanya ada wakil rakyat di parlemen, hingga hari ini. Anak-anak harus tahu nih :)
ReplyDeleteWahhh museum yang pas buat menilik kembali sejarah tujuan dibentuknya DPR nih mbak
ReplyDeleteEh..
ReplyDeleteAku bahkan ga tahu kalau DPR ada museumnya. Hahaha parah bgt, jadi pengen berkunjung
Untung bicarain Museum. Hihihi. Kalau bicarain sejarah pembentukan DPR dari tahun segitu, bingung beta bacanya. Wkwkwkwk. Bukan penyuka politik soalnya
ReplyDelete